ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah,
dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu,
hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. 31:14)
Islam begitu memperhatikan tiap hak dan kewajiban manusia dalam seluruh aspek kehidupannya bersama manusia lainnya, hal ini karena Allah SWT telah menciptakan manusia itu sendiri bersifat social. Yang tak mungkin hidup seorang diri di muka bumi ini. Dan salah satu hal terpenting dalam bahasan ini, akan dikhususkan pada perhatian hak dan kewajiban kita (anak-anak) terhadap kedua orang ibu-bapaknya.
Allah SWT menurunkan perintah sekaligus tuntunan bagi anak manusia dalam bersikap kepada kedua orang tuanya. Bahkan begitu di tekankannya hal ini, sehingga Allah SWT mendampingkan perintahNya ini setelah perintah untuk tidak mempersekutukanNya. Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,”(QS.4:36)
jika orangtua mempunyai beban memenuhi hak dan kewajibannya pada anak-anak mereka, maka pada tiap diri anak pun terdapat hak dan kewajiban yang harus dipenuhinya terhadap kedua ibu bapaknya. Disebutkan diantaranya terdapat 10 hak orangtua yang harus ditunaikan oleh anak, yaitu:
1. memberi makan apabila di butuhkan. Artinya, saat orangtua tak mampu lagi memenuhi kebutuhan makannya, maka menjadi tanggung jawab anak untuk memenuhinya. Ataupun apabila orangtua masih mampu, namun sang anak hendak membantunya, maka hal ini lebih utama.
2. mengabdikan diri kepada keduanya, sebagai tanda bakti kepada mereka. Dan bentuk pengabdian ini dibatasi hanya pada hal-hal yang sesuai dengan syariat-syariat Allah SWT. Artinya, ketika keduanya memerintahkan untuk membangkang terhadap hokum-hukum Allah SWT, maka gugurlah pengabdian atas mereka sebatas hal tersebut. Dalam QS 31:15 Allah SWT berfirman yang artinya:
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”
3. bersegera mendatangi ketika dipanggil. Hal ini banyak diabaikan oleh anak, ketika orangtua menyeru atau memanggil mereka, anak umumnya justru hanya tetap tinggal di tempatnya berada, dan menyahut mereka sembari berteriak.
4. berbicara dengan lembut.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia…….” (QS.17:23)
5. memberikan pakaian kepada keduanya
6. tidak mendahuluinya dalam berjalan. Maksudnya, hendaknya seorang anak itu berjalan di belakang para orangtuanya. Hal ini lebih santun.
7. Mengusahakan keridhoannya. Dalam sebuah hadits Rosulullah SAW bersabda: “sesungguhnya keridhoan Allah SWT bersamaan dengan ridhonya kedua orangtua.”
8. menjauhkannya dari hal-hal yang tidak disukainya
9. berdo’a untuk keduanya dengan memohonkan ampunan
“…..Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil".” (QS. 17:24)
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".(QS.
10. menyambung hubungan silaturahim dengan rekan-rekannya.
Saat Allah SWT memrintahkan kita untuk berlaku dan beradab baik terhadap kedua ibu-bapak. Disisi lain Allah SWT mengingatkan kepada kita akan balasan yang telah disiapkanNya bagi para pembangkang. Allah SWT berfirman:
“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka Itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (QS. 47:22-23)
Begitulah Allah SWT yang Maha Adil dan Maha Mengetahui akan penciptaanNya. Mengaturkan kehidupan kita agar kita selamat dari kemurkaanNya. Karena sesungguhnya setiap aturan atau hokum yang Allah SWT turunkan kepada manusia itu adalah sebagai bukti kecintaan Allah SWT kepada manusia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar