Rabu, 05 Maret 2008

LaHirKaN 63neRa5! RaBbaN1


“assalamualaikum.....

cuma mo ngasih tau , ukhti ayu udah melahirkan dengan selamat hari sabtu , jam 01:30, anaknya laki-laki(kaya' gagah seperti bapaknya). bayinya udah di kasih nama, namanya ABDULLAH KHAIRUL AZZAM, saya sempat kaget dengar nama itu, bagus banget, trus juga itu kan nama tokoh utama dalam novelnya "ketika cinta bertasbih 1&2" karangan Habiburrahman Elsirazy. saya senang banget arsyad kasih nama itu, biar nanti dia saya panggil azzam. haa... ha..ha.. saya senang banget hari vyn...”.

Wa….saya pun senangnya tak kepalang, menyambut kabar kelahiran si adik bayi dari email yang dikirim temen baik saya itu. Setelah hamper 2 pekan lalu, keluarga besar yayasan pengajian kami kehilangan seorang generasi mujahid mudanya. Kini Allah SWT mendatangkan ganti sang calon mujahid kecil. Memang adik kecil yang berpulang itu, tentulah takkan tergantikan. Dia satu-satunya. Namun maksudnya, Allah kembalikan seorang mujahid kecil kembali padaNya, dan kini Allah pun akan bersegera mendatangkan kepada kami 1000 calon mujahid kecil lainnya. Allahu Akbar… pasalnya, memang beberapa ummahat dalam waktu yang nyaris berdekatan akan segera melahirkan. Aku jadi teringat tentang janji Allah SWT akan suatu generasi Rabbani. namun sebelum kita bahas itu, boleh saya ajak antum sekalian untuk memaknai kelahiran dulu ya…seperti dalam ayat berikut:

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging,

dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,

lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.

Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.

Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”

(QS. 23: 13-14)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya…

Jika kita mau memaknai arti diri kita sendiri, ternyata dari surah tersebut diatas noh… kita ga da apa-apanya ya… bahkan di akui atau di ingkari, kita tuh hanya seonggok tanah yang di bentuk sedemikian rupa oleh Allah Rabb sang Pencipta. Bahkan nih ya…asal muasal kejadian kita tuh ternyata dari saripati tanah yang kemudian di jadikan air mani. Allahu Akbar…segitu kerdilnya kita ternyata.

Tapi…mbo ya ko muaasssiiihhh….buuaaannnyyyaakkk bener manusia-manusia yang menyombongkan dirinya di dunia ini. Tak ayal dan tak sedikit manusia yang men”dewa”kan dirinya. Misalnya nih ya… ketika seseorang meraih sukses dalam hidupnya (sukses duniawi nih umumnya), dengan PD yang teramat sangat orang tersebut malah merasa bahwa semua kesuksesan (duniawi) itu adalah hasil jerih payahnya sendiri aja tuh, bahkan yang lebih ngerriiii lagi apabila di kala susah Allah SWT mengujinya dengan menahan sejenak hajatnya akan kemajuan atau kesuksesannya itu, sehingga ia merasa Allah itu ga adil n bahkan ga ada. Kemudian saat jayanya tiba, ia lantas berasumsi kalo semua itu tanpa campur tangan Allah SWT…hiii…na’udzubillah ya…

Padahal jika kita mengetahui asal muasal kita tuh ya… rasanya ya muana puantes makhluk selemah kita ini mo menyombongkan diri di bumi Allah, lha wong tinggal di bumi aja numpang ya tho??bahkan yang paling bikin ga pantes tuh, tiap desah nafas kita aja masih ngarep dari Allah, bener kan??...dan adalah Allah Maha Kuasa untuk melengserkan kita dari muka bumiNya dengan sangat mudahnya. Seperti firman Allah SWT berikut: Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS.5: 54)

Dari ayat ini, jelas banget lo Allah SWT akan dengan mudahnya menggantikan kita-kita yang ingkar, sombong, bahkan berpaling dari pembelaan terhadap Islam dan penegakan syari’atNya atau kembali kepada kebathilan setelah mendapat kebenaran, yang merupakan makna lain dari kata murtad. Dengan generasi Rabbani, yakni generasi yang Allah SWT mencintai mereka dan merekapun begitu cintanya kepada Allah SWT.

Sok atuh…. kita mulai kerdilkan kesombongan kita terhadap apa-apa yang Allah berikan kepada kita di dunia ini, bahkan kesombongan kita terhadap Allah SWT itu sendiri, dan secara tegasnya “yuk..jangan sampai kita termasuk golongan ashabul murtadin. Teruss…kita mulai deh mebangun dan membentuk diri menjadi generasi Rabbani yang kriterianya sebagai berikut (QS. 5: 54):

1. mereka itu bersikap lemah lembut dan rendah hati pada orang-orang mukmin (… yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin…). Yang mana orang-orang mukmin itu adalah mereka yang menjadikan Allah SWT, rosulNya dan orang-orang yang beriman sebagai penolong bagi mereka (liat lagi QS. 5: 55 ya..)

2. bersikap keras terhadap kaum kuffar (…yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir..). Artinya, mereka itu tegas terhadap mereka. Kata keras disini, jangan lantas di maknai dengan bersikap kasar ya… beda lho… keras ma kasar tuh…kaji juga nih maknanya dari kamus- kamus kebahasaan. Ya…

3. yang mereka itu berjihad di jalan Allah (…yang berjihad dijalan Allah…). Ada banyak ragam jihad lho ternyata, ga cuman sebatas turut berperang ke Palestina aja (tapi itu juga tetep salah satunya kok). Nilai jihad lain seperti: saat antum hendak pergi ngaji misalnya, trus terjadi suatu musibah yang menimpa antum di pertengahan jalan, maka niat hati n perjalanan antum yang tertahan itu juga dah dapet nilai jihad lho… Subhanallah ya… tentang jihad, bisa antum kaji lebih lanjut di beberapa referensi lain. Saya belum pantas membahas lebih banyak.

4. mereka itu tidak takut akan celaan dari orang-orang yang gemar mencela (… dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela…). Yang ini contoh paling kecilnya, saat antum (dari pihak ikhwan) di ledekin tuh ma temen-temen sebagai seorang yang kekurangan kain atau kebanjiran di tiap musim, coz mereka melihat celana antum yang cingkrang. Atau dibilang kayak (maaf) kambing, karena jenggot antum yang menawan (cieeyy…apaan nieh??) atau kalo di akhwat, biasanya orang-orang suka ngeledekin tuh… “eh..ada gulungan kain mo lewat” saat anti mengenakan jilbab besar nan lebar n jubah tergerai menutup kaki. Atau “awas..ninja mendekat tuh…kabuurrr….” ketika anti mengenakan cadar misalnya. Maka kamu harus pandai-pandai menyikapi mereka. Setidaknya maklumilah, karena celaan mereka tuh bukti nyata bahwa mereka belum punya ilmunya…

Demikian lah kriterianya para generasi Rabbani, susah-susah gampang. Walau biasanya banyakan susahnya, tapi Allah punya imbalan lho…buat kita-kita yang senantiasa berusaha menjelmakan criteria tersebut pada diri kita. Apaan ya…??? Yakni berupa karunia terbesar yang Allah SWT berikan kepada kita, berupa KEMENANGAN. Firman Allah SWT :

“Dan barangsiapa mengambil Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, Maka Sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (QS. 5: 56)

dan firmanNya dalam ayat lainnya:

“ Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, Dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang Kuat (banyak). Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana,” (QS. 48:1-4)

Subhanallah…begitu banyaknya ya imbalan yang Allah SWT janjikan untuk kita. Ga tanggung-tanggung....apalagi pada janji Allah SWT di surah 48: 1-4 itu, siapa hamba yang ga ngiler coba. Itu kalo kamu mo masuk dalam barisan para generasi Rabbani tadi. Ya..kan..ya..dong…benerkan…bener dong… dan yang bikin tambah ngeh nih ya…janji Allah itu pan selalu bener. Ga ada bo’ongannya deh.. Pasti gitu lho…

Trusss…siapa nih yang pada siap berlomba n berkompetisi tuk mampu mejadikan dirinya sebagai generasi Rabbani (antum kah??? )…sok atuh…basmalah n… let’s start….

#samarinda, 01 maret ’08. (08.21pm)

Khansa_asysyifa

Saat memaknai kelahiran para penerus generasi…

ABDULLAH KHAIRUL AZZAM (putra pasangan M. Arsyad &Ayu Astria)

NADA SAHLA SYAHIDAH (putri pasangan Riyan &Hema)

Barokallahu…

Tidak ada komentar: