
Maka gemuruhlah Makkah dan Madinah
Oleh lantunan takbir dan talbiyah,
Ketika sunyi membungkam Roma dan Konstantinopel
Dalam kekakuan dogma.
Maka hangatlah diskusi-diskusi di Bashrah dan Kufah,
Saat Genoa dan Venesia di hantui inkuisisi.
Maka bersinarlah perpustakaan Kairo,
Ketika para dukun komat-kamit di kegelapan Lissabon.
Maka gemerlaplah Baghdad oleh lantunan ayat di semarak malam,
Ketika Paris gulita sejak senja dalam takhayul dan mitos.
Maka gemericiklah air mancur Damaskus dalam kesucian thaharah.
Ketika para ‘bangsawan’ di
Menganggap mandi adalah aktivitas berbahaya.
Maka berdengunglah ayat-ayat Allah menjelang buka puasa
Dengan sajian kurma, yoghurt, serta buah segar
Di balkon-balkon pualam
Saat Kathedral di Wina dan
Dengan pudding darah babi.
(disadur dari buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim karya Salim A. Fillah)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar