Senin, 10 Maret 2008



Maka gemuruhlah Makkah dan Madinah

Oleh lantunan takbir dan talbiyah,

Ketika sunyi membungkam Roma dan Konstantinopel

Dalam kekakuan dogma.

Maka hangatlah diskusi-diskusi di Bashrah dan Kufah,

Saat Genoa dan Venesia di hantui inkuisisi.

Maka bersinarlah perpustakaan Kairo,

Ketika para dukun komat-kamit di kegelapan Lissabon.

Maka gemerlaplah Baghdad oleh lantunan ayat di semarak malam,

Ketika Paris gulita sejak senja dalam takhayul dan mitos.

Maka gemericiklah air mancur Damaskus dalam kesucian thaharah.

Ketika para ‘bangsawan’ di London

Menganggap mandi adalah aktivitas berbahaya.

Maka berdengunglah ayat-ayat Allah menjelang buka puasa

Dengan sajian kurma, yoghurt, serta buah segar

Di balkon-balkon pualam Cordoba dan Granada,

Saat Kathedral di Wina dan Bern menutup makan malam

Dengan pudding darah babi.

(disadur dari buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim karya Salim A. Fillah)

Tidak ada komentar: